Membaca Berita

Pemukiman

Ditulis Oleh RIO JENERIO, S.H | Dibuat dan diupate semenjak 22-06-2018 07:56

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam pasal 5 ayat (2) dan pasal 14, pelaksanaan pembinaan dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman di tingkat provinsi, dilakukan oleh pemerintah provinsi. Pemerintah provinsi berdasarkan undang-undang memiliki tugas dan kewenangan untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan dan strategi di bidang perumahan dan kawasan permukiman pada tingkat provinsi yang berarti lintas kota/kabupaten.

Penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman di tingkat provinsi tidak hanya melakukan pembangunan baru, tetapi juga melakukan pencegahan serta pembenahan perumahan dan kawasan permukiman yang telah ada dengan melakukan pengembangan, penataan, atau peremajaan lingkungan hunian perkotaan atau perdesaan serta pembangunan kembali terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Untuk itu, penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman perlu dukungan anggaran  yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan belanja daerah, lembaga pembiayaan, dan/atau swadaya masyarakat. Dalam hal ini,  pemerintah daerah, dan masyarakat perlu melakukan upaya pengembangan sistem pembiayaan perumahan dan permukiman secara menyeluruh dan terpadu.

Di samping itu, sebagai bagian dari masyarakat internasional yang turut menandatangani Deklarasi Rio de Janeiro, Indonesia selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diprakarsai oleh United Nations Centre for Human Settlements. Jiwa dan semangat yang tertuang dalam Agenda 21 dan Deklarasi Habitat II adalah bahwa rumah merupakan kebutuhan dasar manusia dan menjadi hak bagi semua orang untuk menempati hunian yang layak dan terjangkau (adequate and affordable shelter for all). Dalam Agenda 21 ditekankan pentingnya rumah sebagai hak asasi manusia. Hal itu telah sesuai pula dengan semangat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pengaturan penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman di tingkat provinsi dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman,  mendukung penataan dan pengembangan wilayah serta penyebaran penduduk yang proporsional melalui pertumbuhan lingkungan hunian dan kawasan permukiman sesuai dengan tata ruang untuk mewujudkan keseimbangan kepentingan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, meningkatkan daya guna dan hasil guna sumber daya alam bagi pembangunan perumahan dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan, baik di lingkungan hunian perkotaan maupun lingkungan hunian perdesaan dan menjamin terwujudnya rumah yang layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, teratur, terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Berikut adalah Draft Raperda tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang rencananya akan masuk pembahasan pada Masa Sidang I Tahun Sidang 2015 DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Bulan Maret 2015) ini.

Draft Raperda

 

Penulis : Rio Jenerio, S.H.